Avonitedirect.biz – Virus corona menjadi salah satu ‘bencana’ di awal tahun 2020. Berawal dari sebuah kota dengan luas 8.494 kilometer persegi di pusat China, Wuhan. Virus ini langsung menyebar begitu cepat ke negara-negara lain.

Mulai dari Amerika Serikat, hingga negara-negara tetangga yang masih satu daratan seperti Thailand. Wuhan pun diisolasi. Akses menuju dan dari Wuhan ditutup. Wuhan yang tadinya merupakan salah satu kota terpadat yang ada di China, kini sudah seperti kota mati.

Kondisi ini sebenarnya cukup mirip dengan yang pernah digambarkan di film ‘The Flu’ besutan sutradara Kim Sung Su tahun 2013 silam. Film ini memberikan gambaran nyaris sempurna tentang bagaimana penyebaran virus corona saat ini.

Cerita ini berawal dari sekelompok imigran gelap yang tengah diselundupkan dari sebuah pelabuhan di Hong Kong. Kelompok yang mayoritas berasal dari Asia Tenggara ini dimampatkan ke dalam sebuah kontainer. Sialnya, salah satu dari mereka terkena flu.

Baca Juga : QQslot

Sembilan bulan kemudian, kontainer berisi manusia itu sampai di Pelabuhan Pyeongtaek, Korea Selatan. Dua orang kakak adik, Ju Byung Woo (Lee Sang Yeob) dan Ju Byung Ki (Lee Hee Joon), datang untuk mengevakuasi para imigran ini ke tempat ‘bos’-nya.

Bukannya sekumpulan calon pekerja, namun mereka justru mendapati tumpukan mayat saat membuka kontainer tersebut. Hanya ada satu imigran gelap yang tetap berhasil bertahan hidup, yaitu Mon Sai yang diperankan oleh Lester Avan Andrada. Kakak beradik kurir ini lalu memutuskan untuk membawa Mon Sai ke tempat bos mereka.

Sepanjang perjalanan, si adik yaitu Ju Byung Woo, menunjukkan tanda-tanda demam dan juga flu yang semakin parah. Begitu tiba di Bundang, sekitar 50 kilometer dari Seoul, Ju Byung Ki memutuskan untuk membawa adiknya berobat ke dokter. Di sinilah awal mula virus tersebut tersebar.

Setiap kali batuk, Ju Byung Woo tidak pernah berusaha untuk menutup mulutnya. Dengan penggambaran apik di bawah kepemimpinan Lee Mo Gae, kita bisa melihat dengan jelas, bagaimana virus-virus tersebut mulai keluar dari mulut Ju Byung Woo dan ‘mampir’ ke orang-orang di sekitarnya.

Virus yang bersarang di orang-orang tersebut, lalu dibawa keluar dari rumah sakit, dan disebarkan lagi ke orang-orang lain. Lagi-lagi, melalui batuk. Hal ini cukup mirip dengan penyebaran virus corona. Berdasarkan rilis Kebudes China, virus ini banyak ditularkan melalui tetesan pernapasan seperti batuk, bersin, hingga kontak langsung dengan penderita.

Melihat kondisi Ju Byung Ki yang kewalahan mengurus adiknya, Mon Sai pun akhirnya memanfaatkan situasi ini untuk kabur. Sementara itu Ju Byung Ki akhirnya membawa adiknya ke rumah sakit karena kondisinya yang sudah semakin parah.

Ju Byung Woo akhirnya dibawa ke ruang isolasi di rumah sakit itu. Salah satu dokter yang bertugas, sekaligus tokoh utama film ini, Kim In Hae (Park So Ae) memvonis Ju Byung Woo dengan penyakit H7n9 atau versi terbaru dari Flu Burung (H5N1).

Hal ini juga cukup mirip dengan virus corona, yang merupakan ‘adik’ dari pandemi sebelumnya, Server Acute Respiratory Syndrome (SARS) tahun 2002-2203 silam. Sama seperti virus corona, H7N9 ini juga belum berhasil ditemukan obatnya. Bundang pun dengan cepat berubah menjadi kota zombie dengan banyaknya warga yang terkena virus H7N9 ini. Apalagi, virus ini disebut bisa menimbulkan kematian dalam waktu kurang dari atau hingga 36 jam.

Perwakilan WHO Leo Snyder (Boris Stout), Presiden Korea Selatan (Cha In Pyo), Perdana Menteri Korea Selatan (Kim Ki Hyeon), hingga tentara Korsel dan USFK (United State Forces Korea) pun turun tangan. Bundang pun resmi diisolasi dari dunia luar agar virus pandemik ini tidak bisa menyebar.

Tentara-tentara disiagakan di setiap akses dari dan ke Bundang, transportasi umum disetop, dan supermarket-supermarket diserbu warga yang ingin memasok kebutuhan mereka. Sayangnya, para warga Bundang tak pernah diberi tahu, apa dan seberapa berbahayanya virus yang tengah mereka hadapi ini.

Seluruh warga Bundang akhirnya dikumpulkan di satu stadion dan diperiksa satu persatu, sebelum dibawa ke kamp-kamp bernomor. Mereka yang terbukti terpapar virus itu akan dipisahkan dan dibakar hidup-hidup. Sedangkan mereka yang tidak terjangkit virus H7N9, dilepaskan namun tetap tidak bisa keluar dari kota Bundang. Bahkan lebih gilanya lagi, pihak WHO dan juga Perdana Menteri Korea Selatan sepakat untuk membumihanguskan Bundang agar virus ini tidak bisa menyebar.

Ketegangan film ini semakin memuncak saat Kim In Hae harus berjuang bersama dengan salah satu anggota pemadam kebakaran, Kang Ji Goo (Jang Hyuk). Keduanya harus bersaing dengan waktu untuk membuat obat H7N9 dari imunitas Mon Sai dan menyelamatkan anak Kim In Hae, Kim Mi Reu (Park Min Ha) yang terpapar virus dan seluruh warga Bundang lainnya.